“The Meaningful Life with Rumi” artinya adalah bagaimana kita dapat mencapai atau menjalani hidup yang penuh makna dan tujuan berdasarkan ajaran serta pemikiran dari Jalaluddin Rumi.
Rumi adalah seorang penyair dan ahli sufi (mistisisme Islam) terkenal dari abad ke-13. Ia tidak mengajarkan tentang makna hidup yang diukur dari kekayaan, jabatan, atau kesuksesan duniawi. Sebaliknya, menurut Rumi, makna hidup yang sesungguhnya ada pada:
Perjalanan Batin Menuju Tuhan: Hidup yang bermakna adalah perjalanan spiritual di mana kita berusaha untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah (Tuhan). Ini adalah perjalanan ke dalam diri untuk menemukan esensi sejati kita yang terhubung dengan Ilahi.
Menemukan Cinta Ilahi: Bagi Rumi, cinta adalah kunci segalanya. Bukan hanya cinta antarsesama manusia, tapi cinta yang lebih besar dan universal kepada Allah. Ketika kita bisa mencintai Allah dengan sepenuh hati, maka hidup kita akan dipenuhi makna dan keberkahan.
Melampaui Nafsu dan Ego: Ego (nafsu) seringkali menjadi penghalang utama kita untuk merasakan kedekatan dengan Tuhan. Hidup bermakna berarti kita berusaha untuk “mematikan” ego, melepaskan keterikatan pada keinginan-keinginan duniawi, dan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri hati, atau serakah. Ketika ego terkikis, diri sejati kita yang terhubung dengan Tuhan akan muncul.
Menyadari Kehadiran Tuhan di Mana-mana: Rumi mengajarkan bahwa Tuhan tidak jauh, melainkan sangat dekat dan hadir di setiap aspek kehidupan, di setiap makhluk, bahkan di dalam diri kita sendiri. Hidup yang bermakna adalah hidup yang dijalani dengan kesadaran penuh akan kehadiran Ilahi ini.
“Ngaji Spiritual” dengan Rumi
Frasa “#ngajispiritual” yang menyertai “The Meaningful Life with Rumi” bisa diartikan sebagai belajar dan mendalami ajaran spiritual Rumi. “Ngaji” di sini bukan hanya membaca atau memahami secara teori, tetapi lebih kepada:
- Meresapi dan Merenungkan: Membaca puisi-puisi Rumi dengan hati terbuka, merenungkan makna di baliknya, dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Introspeksi Diri: Menggunakan ajaran Rumi sebagai cermin untuk melihat diri sendiri, memahami kelemahan, dan terus memperbaiki diri.
- Mengamalkan: Menjadikan nilai-nilai cinta, kerendahan hati, pelayanan, dan kesadaran Ilahi sebagai panduan dalam setiap tindakan dan interaksi kita.
Jadi, secara singkat, “The Meaningful Life with Rumi” mengajak kita untuk mencari dan menemukan makna sejati dalam hidup melalui jalur cinta, kesadaran spiritual, dan penemuan diri yang mendalam, seperti yang diajarkan oleh Rumi. Ini adalah undangan untuk menjalani hidup yang lebih dari sekadar rutinitas, tetapi sebuah perjalanan menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
